Curhat Andrea Iannone Jalani Hukuman Tak Boleh Balapan

Curhat Andrea Iannone Jalani Hukuman Tak Boleh Balapan

Curhat Andrea Iannone Jalani Hukuman Tak Boleh Balapan

Milan

Andrea Iannone sudah hampir setahun dihukum larangan balapan di MotoGP. Rider Aprilia itu mengaku merasa seperti diculik.

Iannone tersaruk kasus penggunaan steroid di MotoGP. Pebalap Italia itu disebut menggunakannya di MotoGP Malaysia tahun morat-marit.

Setelah menjalani ulangan, Iannone disebut terbukti menggunakannya. Akhirnya, eks pebalap Ducati itu dihukum larangan balapan 18 bulan.

Iannone sendiri sedang mengajukan melaksanakan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), karena merasa tidak menggunakan steroid tersebut. Pada Kamis (15/20/2020), MENGECAS akan memberikan putusan bandingnya.

“Ini adalah hari terutama dalam hidup saya. Saya tidak pernah menyangka mengalami situasi itu. Hari ini saya menderita, tetapi pada saat yang sama, hamba menjadi lebih dewasa dan sadar, ” kata Iannone kepada GP One.

“Periode tersebut banyak memberi pelajaran, sehingga di hidup semuanya tidak dapat diprediksi dan sulit untuk dihitung. Hari ini, jika saya mendengar karakter mengeluh tentang hal-hal yang tak berguna, saya katakan kepada mereka untuk belajar menghargai hal-hal yang mereka miliki. ”

“Hidup saya telah berubah. Dibanding satu hari ke hari berikutnya, saya mendapati diri saya tidak bisa melakukan apa yang tetap saya lakukan, bukanlah pilihan hamba sendiri. Saya tidak menginginkan ini terjadi pada siapa pun, ” ucanya.

Iannone tunggal mengungkap bagaimana rasanya tidak balapan di MotoGP 2020. Pebalap 31 tahun itu mengaku rasanya serupa diculik.

“Saya ngerasa diculik, seolah-olah hidup saya sudah dicuri. Tugas saya adalah mengikuti aturan, dan berharap keadilan berjalan dengan sendirinya, ” katanya.

Selain Iannone, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) juga mengajukan banding kepada hukuman tersebut. Mereka apalagi meminta Iannone dihukum 4 tarikh larangan balapan. Putusannya itu serupa akan diumumkan CAS pada Kamis.

(yna/krs)