Gerbong Pendiri European Super League Mau Temui FIFA & UEFA, tapi…

Gerbong Pendiri European Super League Mau Temui FIFA & UEFA, tapi…

Jakarta

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, mau duduk bersama FIFA dan UEFA terkait European Super League. Tapi, dia menegaskan tak boleh ada merajuk.

European Super League sedang menjadi diskusi di sepakbola. Ajang ini didirikan oleh bos-bos perkumpulan dari Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Manchester United, Liverpool, Chelsea, Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.

FIFA dan UEFA sudah menentang adanya European Super League, yang tujuannya jelas membina klub-klub tersebut tak lagi ambil bagian di Asosiasi Champions. Klub dan pemeran yang ambil bagian dalam European Super League serupa sudah diancam didepak sejak sepakbola profesional di lembah payung FIFA dan UEFA.

Perez, dengan juga menjadi Presiden European Super League, menegaskan kalau ajang ini harus lestari jalan walaupun ditentang. Alasannya adalah klub-klub besar sudah sangat merugi ditambah konsekuensi pandemi virus Corona.

Para pemangku keinginan di European Super League juga ingin secepatnya bersandar bersama dengan FIFA serta UEFA. Hal itu bisa terlaksana berjalan mulus jika dilakukan dengan kepala sejuk.

“Salah utama alasan kami melakukan itu adalah untuk menyelamatkan sepakbola, untuk menyelamatkannya secara ijmal. Kami ingin memulai secepat mungkin, kami ingin berbahasa dengan UEFA dan FIFA, tetapi mereka tidak boleh marah, ” kata Perez seperti dikutip dari Football Italia.

Perez menegaskan bahwa 12 perkumpulan yang sudah menyatakan sebagai pendiri European Super League mencatatkan kerugian kolektif 5 miliar euro. Jika merujuk Real Madrid sendiri ada kerugian 400 juta euro.

“Ketika Kamu tidak memiliki pendapatan lebih selain dari hak TV, solusinya adalah memainkan pertandingan yang lebih menarik untuk fans yang bisa ditonton oleh seluruh dunia, ” Perez menjelaskan.

“Kami menyimpulkan bahwa, bila kami memainkan Liga Super alih-alih Liga Champions, ana akan mampu meringankan kesialan kami. Sepakbola perlu diubah dan menjadi lebih mengakui secara global. Liga Champions telah kehilangan minatnya semenjak tahun 1950. Perubahan berlaku dan bahkan pada masa itu FIFA dan UEFA menentangnya. Tapi begitulah sepakbola berubah. ”

“Ada pertandingan berkualitas kecil saat ini. Pertandingan Barcelona-Manchester United lebih menarik daripada Manchester United menghadapi awak biasa di Liga Champions. ”

“Kami memiliki fans di mana-mana di dunia. Dari sanalah uang berasal. Uang untuk semua orang. Ini adalah piramida. Jika klub-klub top punya uang, mereka bisa menghasilkan pendapatan untuk semua orang, ” tegasnya.

(ran/krs)