Motornya Honda Cuma untuk Marc Marquez? Begini Respons MM93

Motornya Honda Cuma untuk Marc Marquez? Begini Respons MM93

Motornya Honda Cuma untuk Marc Marquez? Begini Respons MM93

Jakarta

Marc Marquez membantah anggapan yang menyebut, motor Honda didesain buat dirinya. Marquez bisa sangat kencang karena menyesuaikan diri dengan huruf motor.

Menunggangi RC213V, pebalap Spanyol itu mendulang lulus besar. Marquez memenangi 56 lantaran 128 balapan yang diikutinya buat merebut enam titel juara dunia MotoGP.

Kedidayaan Marquez di atas motor Honda terlihat jelas pada musim lalu. Marquez menjadi kampiun di 12 dibanding 18 seri dan tidak pernah finis lebih buruk daripada situasi kedua. Pebalap berusia 27 tarikh itu menyudahi dengan total 420 poin, yang menjadi rekor pokok baru.

Namun, ada anggapan miring di balik sukses gede Marquez, seiring kegagalan pebalap-pebalap ragam Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Muncul asumsi bahwa motor Honda memang dibangun untuk Marquez.

Anggapan tersebut bisa oleh karena itu benar adanya melihat fakta di MotoGP 2020, ketika Marquez bolos panjang akibat patah tulang lengan. Tidak ada satupun rider Honda yang mampu finis podium dalam tujuh balapan pertama, alih-alih mengambil kemenangan. Bahkan tandem Marquez sekali lalu adiknya sendiri, Alex Marquez, suntuk finis ketujuh, yang dicapai sekadar di Emilia Romagna.

“Maksudku tentu saja sebuah mesin MotoGP tetaplah motor MotoGP. Maksudku setiap motor MotoGP itu memiliki karakter yang berbeda-beda dan kemudian si pebalap harus beradaptasi secara motornya, ” kata Marquez dilansir The Race.

“Honda punya filosofi ini selama bertahun-tahun di status 500cc dan kelas MotoGP. Contohnya, ketika aku bicara dengan (Mick) Doohan, dengan (Alex) Criville, filosofinya sama kok. Honda punya motor yang bagus, tapi Anda mesti 100 persen fit, Anda menetapkan sangat memaksa motornya tapi ketika Anda sudah nyetel dengan motornya, Anda bisa sangat kencang. Lalu ketika aku membaca ‘tidak motornya cuma dibuat untuk gaya Marquez dan bla’, tidak seperti itu kok. ”

“Maksudku kami punya tiga motor resmi di lintasan. Tahun lalu tersebut aku, Lorenzo, dan Crutchlow & seluruh pebalap punya komentar yang sama. Hal lain kalau mulia pebalap lebih kencang atau lebih lamat. Tapi aku lah dengan pertama yang menginginkan sebuah mesin yang kencang sekaligus yang lebih mudah untukku. ”

“Namun, tidak seperti itu, ini adalah sebuah motor yang bersaing dan di balapan terakhir misalnya, mereka finis P6 dengan Nakagami dan P7 dengan pebalap rookie, Alex. Jadi ini kan motor yang bagus, punya potensi tapi kalau Anda memahami motornya, Anda memang mesti berkali-kali jatuh, akan tetapi Anda akan memahaminya, ” ikatan Marc Marquez.

(rin/cas)